Close

Ayah Bunda, Yuk Bimbing Si Kecil Menjalani Puasa Ramadhan Pertamanya

Ramadhan adalah momen istimewa bagi setiap muslim, termasuk bagi si kecil yang mulai belajar berpuasa. Puasa pertama adalah pengalaman berharga yang akan dikenang hingga ia dewasa. Karena itu, Ayah Bunda perlu mendampingi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Perlu diingat, anak yang belum baligh belum wajib berpuasa. Jadi, tujuan utama bukan memaksa, tetapi mengenalkan dan membiasakan. Buatlah suasana Ramadhan terasa menyenangkan. Ceritakan tentang keutamaan bulan Ramadhan, pahala puasa, dan bagaimana Allah mencintai hamba-Nya yang belajar taat sejak kecil.

Untuk permulaan, Ayah Bunda bisa mengajak anak berpuasa setengah hari terlebih dahulu. Misalnya, hingga waktu dzuhur atau ashar. Berikan apresiasi ketika ia berhasil menahan lapar dan haus. Pujian sederhana seperti, “MasyaAllah, hebat sekali hari ini!” bisa membuat anak semakin semangat.

Jangan lupa siapkan sahur dan berbuka yang menarik agar anak merasa senang menjalani puasanya. Libatkan ia dalam menyiapkan menu berbuka atau menghitung waktu menjelang adzan maghrib. Kebersamaan ini akan membuat Ramadhan terasa istimewa.

Jika di tengah hari anak merasa sangat lemas atau tidak kuat, jangan dimarahi. Ajarkan bahwa Allah Maha Pengasih dan melihat usaha yang sudah ia lakukan. Yang terpenting adalah proses belajar dan pembiasaan, bukan kesempurnaan.

Selain puasa, ajak juga si kecil memperbanyak ibadah lain seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Sesudah sahur, azak si kecil ke masjid dan melaksanakan qobliyah subuh. Dengan begitu, ia memahami bahwa Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tetapi juga bulan penuh kebaikan dan keberkahan yang sayang untuk dilewatkan.

Ayah Bunda, puasa pertama adalah langkah awal menanamkan cinta kepada Allah. Dengan bimbingan lembut dan doa yang tulus, insyaAllah si kecil akan tumbuh menjadi anak yang rindu pada Ramadhan dan terbiasa menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan tanpa paksanaan.

Penulis: Indra Rizki

Related Posts