Close

Makna Aqiqah Sebenarnya dalam Islam

Apa hikmah dari aqiqah?
Sejarah Akikah singkat?
Apa yang dimaksud dengan aqiqah?

Allah SWT mengsyariatkan ibadah pasti memiliki manfaat dan hikmah bagi umat muslim. Jangankan soal ibadah dalam penciptaan alam semesta ini pun, pasti ada hikmah yang besar di dalamnya.

Apa hikmah dari aqiqah?
Sejarah Akikah singkat?
Apa yang dimaksud dengan aqiqah?

Allah menciptakan sesuatu pasti tidak ada yang sia-sia. Allah tidak malu menciptakan makhluk-makhluk kecil, meski mungkin dalam pandangan manusia merugikan.

Demikian halnya dengan hikmah aqiqah. Khususnya untuk setiap anak yang terlahir dari keluarga muslim.

Hikmah Aqiqah

Syekh Abdullah Nashih Ulwan menulis dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam, akikah memiliki beberapa hikmah.

Menghidupkan Sunnah
Aqiqah adalah sunnah Nabi Muhammad SAW. Menjalankan ibadah aqiqah sama dengan menyebarkan sunnah Rasul.

Melindungi Anak dari Setan
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata “Lepasnya dia (anak) dari setan yaitu dengan aqiqahnya”. Aqiqah insya Allah bisa melindungi anak dari gangguan setan.

Memberi Syafaat
Menurut Imam Ahmad, aqiqah akan memberikan syafaat bagi kedua orang tua atau walinya kelak di hari akhir.

Wujud Rasa Syukur
Aqiqah adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena diamanahi lahirnya sang anak.

Berbagi Kebahagiaan
Aqiqah adalah ibadah yang jadi sarana untuk menyebarkan kegembiraan ketika melaksanakan syariat Islam. Mudah-mudahan banyak orang terinspirasi lalu bertambahlah keturunan orang-orang mukmin.

Mempererat Persaudaraan Sesama Muslim
Aqiqah bisa memperkuat kedekatan sesama muslim sekaligus sarana mewujudkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menyebarkan kebaikan dalam masyarakat.
Misal, dengan membagikan dagingnya ke masyarakat miskin.

Baca Juga:

Sejarah Aqiqah

Rangkaian ibadah yang kita jalankan pernah juga dipraktekan pada zaman dulu. Dalam literatur sejumlah praktek ibadah sudah berlangsung dari zaman Nabi Adam AS.

Ibadah fardu yang sudah kita jalankan, pernah juga dilakukan oleh umat zaman nabi sebelumnya. Seperti ibadah shaum, shalat, haji, kurban, wudhu, sampai aqiqah.

Ritual ibadah lalu disempurnakan Allah melalui wahyu yang diberikan pada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Ibadah aqiqah adalah salah satu ibadah sunnah yang ternyata sudah berlangsung sejak dulu.

Aqiqah jika menggunakan istilah agama maknanya penyembelihan hewan.

Hikmah aqiqah adalah sebagai wujud syukur orang tua pada Allah SWT atas amanah yang diberikan.

Beberapa ulama menyebut aqiqah dengan kata nasikah atau dzabihah, yaitu hewan yang disembelih.

Ibadah ini afdhalnya dianjurkan pada hari ketujuh, ke-14 dan ke-21.

Meskipun tidak terlalu banyak yang menyinggung sejarah aqiqah, kemungkinan besar ibadah ini berasal dari sejarah kurban yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.

Masyarakat zaman jahiliyah sudah melakukan praktek aqiqah, namun cara yang dipraktekan berbeda dengan syariah Nabi SAW.

Pada masa jahiliyah mereka menyembelih kambing, kemudian darahnya dilumurkan pada kepala bayi tersebut.

Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis:

“Dulu (adat) kami pada masa jahiliyah jika salah seorang di antara kami melahirkan anak, maka ia menyembelih kambing kemudian melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Setelah Allah menghadirkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala sang bayi, dan melumurinya menggunakan minyak wangi.” (HR Abu Dawud dari Buraidah).

Hadis di atas diperkuat dengan riwayat Ibnu Hibban: “Dari Aisyah RA, ia berkata, ‘Dulu (budaya) orang-orang masa jahiliyah jika mereka beraqiqah seorang bayi, mereka melumuri (kain) kapas dengan darah hewan tersebut, kemudia saat mencukur rambut bayi mereka melumurkan (kain kapas) pada kepalanya’.

Lalu Nabi SAW bersabda, ‘Gantilah darah tersebut dengan minyak wangi’

Rasulullah SAW pernah menggelar syukuran aqiqah untuk kedua cucunya anak dari Fatimah dan Ali yaitu Hasan dan Husein.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW menyembelih (Aqiqah) Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husein bin Ali bin Abi Thalib masing-masing satu kambing.

Yang kemudian ajaran aqiqah ini pun diikuti oleh sahabat, tabiin, tabiit tabiin, maupun pada masa-masa berikutnya sampai sekarang.

Pengertian Aqiqah

Asal kata Aqiqah berasal dari bahasa Arab yang maknanya berarti “mengaqiqahkan anak atau menyembelih kambing aqiqah”.

Menurut bahasa, aqiqah itu memotong/memisahkan.

Menurut para ulama, pengertian aqiqah secara etimologis yaitu rambut kepala bayi yang tumbuh semenjak lahirnya, untuk dicukur.

Mengutip pendapat ulama, secara istilah adalah:

  • Menurut Sayyid Sabiq, Aqiqah itu sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir.
  • Menurut Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Husaini, Aqiqah merupakan proses pemberian nama pada anak yang kemudian menyembelih domba/kambing pada hari ketujuh, lalu mencukur rambut kepalanya.
  • Menurut jumhur ulama, aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari lahirnya. Baik bayi itu laki-laki maupun perempuan.
  • Menurut Abdullah Nashih Ulwan, aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh kelahirannya.
  • Menurut Drs. R. Abdul Aziz dalam buku Rumah Tangga Bahagia Sejahtera. Aqiqah adalah menyembelih domba untuk menyelamati bayi yang lahir dan sekaligus memberikannya daging itu kepada fakir miskin sebagai sedekaj.

Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam juga menjelaskan pengertian aqiqah dalam sabdanya :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”

[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Related Posts

Chat Sekarangat
1
Chat Sekarang
Ada yang bisa kami bantu untuk Aqiqahnya..?